Opini‎ > ‎

Pembentukan Sistem Bank Sampah

diposting pada tanggal 10 Okt 2013 01.47 oleh Shinta Ratna Dewi   [ diperbarui10 Okt 2013 01.52 ]
Seperti yang sudah diuraikan dalam opini Perempuan PKS dan Pengelolaan SampahSistem Bank Sampah yang disodorkan oleh Perempuan PKS Kota Bandung sangat layak diterapkan sebagai kontribusi terhadap pengelolaan sampah di Kota Bandung. Dengan Sistem Bank Sampah ini tujuan-tujuan yang ingin dicapai ialah
  1. Terciptanya lingkungan bersih dan sehat
  2. Berubahnya perilaku masyarakat dari yang tidak peduli lingkungan menjadi lebih peduli
  3. Cara pandang bahwa sampah bukan lagi musibah, tetapi bisa jadi Rupiah
  4. Muncul rasa kebersamaan dalam menjaga lingkungan yang sudah tertata 
  5. Perlakuan masyarakat terhadap sampah dengan lebih baik.
  6. Lahirnya kelompok peduli yang serius menangani permasalahan sampah
  7. Terciptanya kreatifitas terhadap produk dari sampah, hingga mampu menambah nilai ekonomi keluarga
  8. Slogan “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” berubah menjadi “Tempatkanlah Sampah Sesuai Jenisnya”
Adapun tahapan teknis dan uraian kegiatan Sistem Bank Sampah dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Bank sampah kepada masyarakat.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan pemahaman dan paradigma baru kepada masyarakat tentang sampah. Sampah yang selama ini menjadi beban bagi warga akan menjadi suatu yang sangat bermanfaat, apabila dikelola secara telaten berbasis pola hidup dan kesadaran keluarga. Mengurai benang kusut masalah sampah Kota Bandung bisa tercapai, jika keluarga-keluarga sudah memiliki tanggung jawab, kepedulian, dan cara pandang sama mengenai sampah.

2. Pembentukan Unit Bank sampah

Setelah kesadaran masyarakat tumbuh, maka perlu tindak lanjut berupa kegiatan merespon dan mempraktikkan di lingkungan terdekat. Semakin banyak warga yang menyadari tentang arti penting penanganan sampah akan semakin banyak Unit–unit Bank sampah bermunculan. Target Perempuan PKS adalah terbentuk minimal satu kelurahan satu Unit Bank Sampah.

3. Pendampingan

Unit-unit Bank Sampah yang sudah terbentuk tentunya tidak dibiarkan begitu saja, akan tetapi perlu pendampingan dari para ahli, terutama mengenai keterampilan memilah dan administrasi Bank Sampah yang harus dikelola secara optimal.

4. Asosiasi Bank Sampah

Setelah berdiri Unit-unit Bank Sampah, langkah berikutnya diperlukan suatu wadah yang bisa menampung aspirasi untuk diteruskan kepada pihak terkait, terutama pemecahan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan, akses informasi mengenai kendala dan peluang, sehingga bisa menjadikan produktivitas Bank Sampah lebih meningkat dan sasaran berdampak nyata lebih jauh dalam mengurangi ihwal persampahan di Kota Bandung.

Penimbangan sampah di Bank Sampah RW 03 Dago Coblong
Penimbangan sampah di Bank Sampah RW 03 Dago Coblong
Saldo Tabungan Sampah milik warga
Saldo Tabungan Sampah milik warga
Comments